70 Ex-Van Lith Metro Natalan di UNIKA ATMA JAYA JAKARTA
Berbagi Kasih dan Cerita lintas Angkatan
JAKARTA – (vlmetro). KESIBUKAN mulai terasa di Gua Maria Immaculata Atma Jaya Jakarta sejak pukul 8 pagi, Sabtu (17/01). Pasalnya, tempat yang baru diresmikan beberapa waktu yang lalu tersebut bakal dipakai untuk acara Natalan VL Metro 2008 sekaligus menyambut tahun baru 2009 pada pukul 10. Panitia kaget, lantaran semua kebutuhan tempat dan peralatan untuk natalan sudah dipersiapkan oleh pihak Atma Jaya Jakarta. Maklum, Prof Winarno, Rektor Unika Atma Jakarta sudah mengenal van Lith sebelumnya. “Saya sudah persiapkan sebelumnya untuk van Lith,” tuturnya di sela-sela perbincangan dengan panitia.
Lebih dari 70 ExvanLith Jakarta dan sekitarnya datang ke acara Natalan bareng Ex-van Lith 2008 dan kunjungan ke Panti Asuhan (Baksos). Ibadat yang dipimpin oleh Br. Tefa, FIC berlangsung cukup meriah, karena diringi musik oleh organis Doni (VL 11) dan beberapa teman paduan suara lintas angkatan. Meski undangan ditulis pukul 10, namun kenyataanya, ibadat natal baru dimulai pada tepat pukul 11. Meski demikian, mulai dari pukul 11, masih banyak yang datang. Cukup meriah dan seru.
Dalam Ibadat yang telah dirancang oleh panitia, Br. Tefa, FIC sengaja tidak memberikan banyak renungan. “Saya sudah diingatkan, agar saya tidak berbicara banyak dalam renungan,” tuturnya. Renungan justru banyak diisi sharing oleh beberapa teman-teman alumni van Lith. Sharing dimulai dari angkatan 13 yang diwakili oleh Aji (VL 13). “Sekarang, di van Lith ga’ boleh pacaran di kapel. Padahal dulu, di kapel itu ramai-ramai buat pacaran,” kata Aji. Mungkin Aji memiliki pengalaman pacaran di kapel yang tak terlupakan waktu dirinya masih sekolah di SMA dulu.
Sharing dilanjutkan angkatan 10, yang diwakili oleh Olin (VL 10). Olin mengatakan, bahwa seluruh peristiwa di van Lith akan selalu dikenangnya. “Meskipun jauh, tapi tetep aja ada rasa kangen yang berbeda, yang pengen dirasakan lagi,” ujar Olin, yang juga alumni Atma Jaya Jakarta. Bergeser ke angkatan atas, sharing kemudian dilanjutkan oleh angkatan 8 yang diwakili oleh Wagiyat (VL 8). Tidak semua angkatan sharing, hanya 6 orang sebagai perwakilan saja.
Sharing diselingi dengan cerita-cerita lucu dari berbagai angkatan. Maklum, mereka sambil mencoba mengenang jaman SMA, tiap angkatan punya kesan yang berbeda. Angkatan 4 diwakili oleh Yeti (VL 4). “Kalau tadi, Aji angkatan 13 bilang, sekarang Kapel ga’ boleh buat pacaran. Justru waktu saya dulu, aturannya lebih kejam. Kami dilarang pacaran,” kenang Yeti (VL 4) yang sekarang bekerja di Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Jakarta. Dua orang lagi yang sharing, adalah Endang (VL 1) dan Larry (VL 2). Mereka berdua tak mau kalah, apalagi dianggap tua. “Kami memang paling besar, tapi kami belum tua,” Kata Endang yang kini bekerja sebagai dokter sambil tertawa.
Dalam sharingnya, Endang mengakuri dirinya berasal dari angkatan yang paling senior dan sebagai anggota pionir VL. Meski demikian, dirinya dahulu merasa masih sebagai angkatan uji coba sebagai sebuah SMA. “Kami tidak punya kakak kelas. Maafkan kami, jika angkatan kami membuat sebuah sistem senioritas yang tidak kami pikirkan punya dampak sampai ke depannya,” ungkapnya. Memang, situasi van Lith atas senioritas belum bisa dihilangkan 100%.
Untuk itu, Endang mengajak kawan-kawan van Lith, untuk tidak menerapkan budaya kekerasan di van Lith. Endang juga benar-benar merasakan, bahwa hingga sekarang, nilai-nilai van Lith tetap ada dalam dirinya. “Saya masih ingat betul, tentang ajaran kristianitas yang saya dapatkan, bahwa keselamatan bukan hanya milik orang katholik saja. Dari pelajatan itu, saya belajar untuk menghargai orang yang non katholik juga,” kenangnya lagi.
Suatu kebanggaan, karena Prof Winarno selaku rektor Atma Jaya Jakarta turut serta berpartisipasi dalam ibadat yang berlangsung sekitar 1 jam itu. Setelah Ibadat selesai, Winarno menyempatkan diri untuk berbicara di depan ex-vanlith metro. “Kami Universitas Katholik, akan selalu menyediakan fasilitas bagi van Lith. Jika van Lith ingin pakai di sini, silakan telfon saya, hubungi saya. Saya telah dititipi pesan sebelumnya oleh Frans Seda,” tutur Profesor ahli pangan tersebut disambut tepuk tangan ex-van Lith Metro.
Hal senada juga diungkapkan oleh Br. Tefa, FIC. “Silakan pakai tempat atau fasilitas Pangudi Luhur, kita satu naungan. Anda semua bisa memakai di Haji Nawi, atau di tempat Pangudi Luhur lainnya,” ujar Br. Tefa, FIC yang pernah mendampingi Legio Maria di van Lith sekitar tahun 2000-2001 ini. Padahal, beberapa waktu sebelumnya, panitia sempat bingung mau menggunakan tempat yang mana. Lantaran, padat dan macetnya Jakarta membuat panitia berpikir ulang untuk memilih tempat yang bisa dijangkau dari berbagai arah.
Menyanyikan lagu van Lith, tetap menjadi tradisi. Setelah pidato dari Prof Winarno, ex-vanlith Metro menyanyikan 1 bait lagu mars van Lith, meski sempat ada yang berbisik “Aku wis lali…,” tuturnya sambil tertawa cekikikan. Meski ada yang lupa, tapi toh Mars van Lith tetap bergema di dalam ruangan outdoor yang sejuk itu. Sayang, ada 4 angkatan yang tidak mewakilkan angkatannya untuk menghadiri acara Natalan VL Metro ini: angkatan 5, 6, 12 dan 15. Harapannya, semua angkatan bisa datang semua ke acara selanjutnya yang diselenggarakan oleh koordinator van Lith metro.
Lucunya, dalam acara natalan ini, panitia memang tidak menyediakan makanan, lantaran tidak punya biaya yang cukup. “Duite mepet, rasah nganggo mangan wae. Kasih aja air putih,” tutur Ririh (VL 9), salah satu panitia dalam rapat di Plaza Semanggi, beberapa waktu lalu. Panitia tak kehabisan akal, dalam undangan, panitia meminta teman-teman yang datang untuk membawa makanan kecil untuk dibagikan bersama. Pengennnya, acara natalan juga sebagai ajang guyub dan urunan bersama.
Untunglah, ada beberapa rekan yang membawa snack kecil-kecilan dari Endang (VL 1), Hesti (VL 9) dan Rony (VL 4). Snacknyapun justru sisa. Luar biasa. “Selalu ada jalan kalau van Lith itu ngumpul,” kata Anwar (VL 11) yang juga panitia natalan. Dana yang terkumpul dari kolektepun cuku banyak terkumpul, Rp 1.885.000,00. Rencananya, dana ini akan diserahkan untuk Kas van Lith Metro, dan sebagian akan disumbangkan untuk dana Pra Reuni van Lith 2009 mendatang.
Acara dilanjutkan dengan beberapa permainan yang membuat saling mengenal. Dipandu oleh Febi (VL 13) dan Theo (VL 11), setiap angkatan wajib menyanyikan Mars OPSPAS & OSRAM-nya (Sebutan untuk Orientasi asrama di van Lith). “Waduh, dulu itu ga’ ada lagu-lagu kayak gitu,” ujar Larry (VL 2) dan Tanti (VL 2) seraya menolak . Namun, beberapa angkatan akhirnya nyanyi bareng.
Angkatan 11 misalnya, yang mendatangkan 12 orang menyanyikan lagu Mars OPSPAS. “Ayo Ikut OPSPAS van lith, Datang ke Muntilan. Tinggalkan Kampung Halaman.. Tuk Gapai Cita-cita,” seru mereka menirukan lirik lagu Joshua dalam jinggle sebuah iklan multivitamin. Tak kalah, angkatan 10 juga menyanyikan lagu OPSPAS mereka yang menirukan lirik iklan susu DutchLady yang pada waktu itu sangat terkenal.
Selanjutnya, acara permainan dimulai. “Halah, dolanane marakke gembrobyos…,” ujar Tanti (VL 2). Beberapa permainan memang membuat exVanLith semakin dekat dan mengenal, karena harus bermain dalam tim lintas angkatan. Acara begitu seru dan meriah. Terakhir, ada sesi foto untuk semua angkatan dan per angkatan. Saking banyaknya kamera, van Lith Metro yang berjumlah lebih dari 70-an orang itu bingung mau melihat kamera yang mana. “Satu-satu dulu donk…,” teriaknya. (Anwar-vl11), Kredit Foto: (Larry-vl2)